lensabalikpapan.com/- Imbas virus corona berdampak pada pedagang pasar. Pedagang mengeluh pemasukan menurun dan harga sembako mengalami kenaikan yakni gula pasir.

Saat kondisi seperti ini, sepi pembeli dan harga gula mengalami kenaikan drastis, Ucap pedagang Toko Edi Siti saat melayani pelanggan tokonya.

Siti menjelaskan pasar sepi akibat adanya virus corona dan kekurangannya pasokan gula yang berakibat kenaikan harga yang melesat.

” Pasokan gula ada, tapi harganya naik dan Bulog juga tidak ada persediaan saat ini. Kemarin harga gula masih di harga Rp 680.000/sak sekarang menjadi Rp 900.000/sak “, ujar Siti Rabu (25/3/2020).

Ia mengeluhkan pembeli sepi, tidak seperti biasanya hanya pelanggan aja yang sering berbelanja ke toko, mungkin mereka takut keluar rumah dan mengikuti himbauan pemerintah.

Pedagang berharap agar pemerintah kota memperhatikan mereka, dengan jalan lakukan penyemprotan desifektan di pasar pandansari dan pembagian masker bagi para pedagang di sini.

Seperti yang dikeluhkan pedagang sembako Edi, mengatakan pemerintah kota wajib lakukan penyemprotan desifektan, bagi bagi masker disini. “Bukan kita tidak bisa beli tapi susah mencarinya, dan terpaksa pakai masker seperti ini”, kata pedagang sembako ini.

Pembersih tangan kita juga pakai seadanya, beli di mana mana habis, saatnya pemerintah kota juga perhatikan kita di pasar ini, pungkasnya.
(Thina)

Editor : lensabalikpapan