lensabalikpapan.com/– Penangkapan ikan menggunakan bom mulai marak di perairan Kalimantan Timur sehingga dikhawatirkan bisa membahayakan ekosistem di perairan sekaligus membuat resah masyarakat.

Tim gabungan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Mabes Polri dan Polairud Polda Kaltim, meningkatkan pengawasan serta patroli di lokasi yang kerap dilakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom. Salah satunya di kawasan perairan Pasir Putih, dekat Pulau Bale Kukup, Kabupaten Berau.

Direktur Polairud Polda Kaltim Kombespol Omad Didampingi Kasubdit Gakum Polairud Polda Kaltim Kompol Teguh sanyoto mengatakan Selasa (24/9) saat dilakukan pemeriksaan kapal tanpa nama tersebut petugas menemukan sebanyak 22 botol bom ikan.lima orang nelayan yang ada di kapal tersebut langsung diamankan tim gabungan.

“22 botol bom ikan rakitan, satu unit kapal tanpa nama dan 5 orang kru kapal kami amankan satu diantaranya sudah ditetapkan tersangka
, Saat ini tim sedang melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini,” jelasnya.

Ia menambahkan pelaku ini merupakan orang seberang melainkan Sulawesi .

“pelaku ini orang seberang, Sulawesi maksudnya tambah nya”

Dari hasil interogasi tersangka dengan petugas modus operandi yang digunakan dengan melempar Bom kelaut setelah itu mengambil ikannya .

“ketika ditangkap tersangka belum berbuat apapun namun Fakta yang ditemukan dikapal dilempar ke laut meledak dan ikannya ngambang kemudian ikan diambil ungkapnya”

Tersangka sendiri dikenakan dengan Undang-Undang darurat 85 dan perikanan Nomor 45 tahun 2009 dan Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata dan bahan peledak. (Eci)

Editor : lensabalikpapan